PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG

NPP: 3371011L1000001

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Tayub Pati Dan Ledeknya
Penanda Bagikan

Text

Tayub Pati Dan Ledeknya

Dandang Ahmad ; Dahlan - Nama Orang;

Tayub adalah salah satu, budaya tradisonal yang bernilai tinggi dari sekian banyak seni tradisional di Indonesia yang masih eksis di lingkungannya. Sekalipun keberadaan tayub mengundang penilaian pro dan kontra, tayub tetap mampu bertahan. Bagi masyarakat pencinta tayub, percaya bahwa tayub bukan seni pertunjukkan biasa, yang hanya sekedaruntuk hiburan, kesenangan, dan huru hara saja. Di balik kesenangan itu tayub mengandung nilai etetika yang tinggi dan memiliki daya magis serta kesakralan. Mereka juga percaya dengan mendatangkan pentas tayub, mereka akan mendapatkan kesuburan, keselamatan, rezeki, keamanan, dan ketentraman hidup. Sebaliknya, masyarakat yang kontra menilai tayub sebagai seni pertunjukan yang penuh kemaksiatan dan haram. Mereka juga menilai para seniman tayub tidak memiliki moral yang baik, lebih-lebih para ledeknya, disamakan dengan pelacur, dan penggoda suami orang. Anggapan yang demikian didukung dengan berbagai folklor baik lisan maupun tulisan yang selalu memojokkan eksistensi tayub. Begitu juga beberapa tulisan penelitian pada jaman kolonial dan karya sastra hampir semua memojokkan tayub. Sehubungan dengan berbagai permasalahan tersebut, tulisan ini mencoba memaparkan seni tradisional tayub secara tuntas, untuk memadukan kedua persepsi yang berbeda. Ini disebabkan masyarakat baik yang pro maupun yang kontra tidak mengetahui secara mendalam akan tayub, karena langkanya referensi yang mengupas secara tuntas. Semoga kehadiran buku ini dapat menambah wawasan pembaca dan dapat melestarikan dan mengembangkan seni tari tradisional tayub bagi generasi muda. Tak ada gading yang tidak retak. Penulis sangat berterimakasih terhadap kritik dan saran yang membangun.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
00000001526
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Jakarta : Intimedia Jakarta,., 2002
Deskripsi Fisik
103 hlm ; 20,5 x 14,5
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9797422003
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
tayub
ledek
seni tari
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Huda Assyifa dirintis bersamaan dengan berdirinya MAN Kota Magelang. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 137 tanggal 11 Juli 1991 Madrasah Aliyah Negeri Parakan Temanggung Filial di Kota madya Magelang menjadi Madrasah Aliyah Negeri ( MAN 1 ) Kota Magelang dan mulai tahun 1996 pindah di Jalan Raya Payaman Nomor 01 Telepone (029)369256

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?