PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG

NPP: 3371011L1000001

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of WKRI Wanita Katolik Republik Indonesia : Sekali Layar Terkembang, Pantang Surut Ke Belakang
Penanda Bagikan

Text

WKRI Wanita Katolik Republik Indonesia : Sekali Layar Terkembang, Pantang Surut Ke Belakang

Trias Kuncahyono - Nama Orang; Paulus Sulasdi - Nama Orang;

Semangat keprihatinan dan belarasa yang dijiwai dan disemangati oleh Ensiklik Rerum Novarum yang dikeluarkan Paus Leo XIII (1891) terhadap kaum perempuan, telah mendasari lahirnya organisasi wanita Katolik yang kemudian bernama Poesara Wanita Katholiek, 26 Juni 1924. Poesara Wanita Katholiek lahir menyusul kelahiran sejumlah organisasi perempuan, baik organisasi independen maupun organisasi yang berhubungan dengan organisasi keagamaan, di tengah berkobarnya semangat nasionalisme di awal abad ke-20.
Adalah R.A. Soelastri, putri Puro Pakualaman Yogyakarta, yang memperoleh pencerahan dari para rohaniwan dan rohaniwati, para pastor dan para suster, serta persentuhannya dengan alumni sekolah Mendut dan Van Lith Muntilan, memiliki kepekaan yang tajam melihat situasi dan kondisi para perempuan sezamannya. Ajaran Kristiani dan seluruh nilai kemanusiaannya yang diterima di Susteran Fransiskanes, Kidul Loji dan pertemuannya dengan para misionaris, telah menggugah hatinya untuk melakukan sesuatu, menghadirkan Gereja secara nyata dalam kehidupan manusia, ke tengah masyarakat.
Kelahiran Poesara Wanita Katholiek—yang kelak menjadi WKRI—tidak bisa dilepaskan dari peran tiga Jesuit, yang pada waktu itu telah dengan berani dan tekun, penuh kebijaksanaan memberikan semangat, penguatan, dan bimbingan serta pencerahan kepada para perempuan dan ibu yang melahirkan organisasi wanita Katolik. Mereka adalah Romo van Lith, SJ dan Romo Martens, SJ dan Romo van Driessche, SJ. Selain itu, tidak bisa dilupakan peran penting para ibu dan gadis alumnae sekolah Mendut beserta para gurunya sebagai peletak dasar semangat pelayanan.
Peziarahan panjang dijalani Poesara Wanita Katholik sampai setelah masa pendudukan Jepang-atas anjuran Romo Kanjeng Alb. Soegijapranata, SJ-organisasi wanita Katolik diberi nama Wanita Katolik Republik Indonesia (1950). Sejak saat itu, organisasi yang sebelumnya bercorak kedaerahan (Jawa) menjelma menjadi organisasi yang benar-benar bercorak nasional.
Dengan corak nasional, berarti tugas, misi, dan kewajibannya pun menjadi bertambah banyak dan berat. Tugas wilayah pelayanannya pun menjadi bertambah luas. Namun, sejak semula sudah menjadi niatan hati untuk menghadirkan Gereja, untuk memberikan pelayanan, untuk menjadi bagian dari karya pewartaan Kabar Gembira apa pun risikonya, maka semuanya dijalani dengan penuh kebahagiaan dan syukur.


Ketersediaan
#
My Library (Rak Buku) (900) 922.1 TRI w
00000008643
Sedang Dipinjam (Jatuh tempo pada 2025-06-14)
#
My Library (Rak Buku) (900) 922.1 TRI w
00000008644
Tersedia
#
My Library (Rak Buku) (900) 922.1 TRI w
00000008645
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
922.1 TRI w
Penerbit
Jakarta : PT Kompas Media Nusantara., 2020
Deskripsi Fisik
xvi+208hlm.;illust.;15x23cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786232411937
Klasifikasi
922.1
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Keagamaan
biografi tokoh katolik
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Huda Assyifa dirintis bersamaan dengan berdirinya MAN Kota Magelang. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 137 tanggal 11 Juli 1991 Madrasah Aliyah Negeri Parakan Temanggung Filial di Kota madya Magelang menjadi Madrasah Aliyah Negeri ( MAN 1 ) Kota Magelang dan mulai tahun 1996 pindah di Jalan Raya Payaman Nomor 01 Telepone (029)369256

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?